Perjalanan Singkat (Resume)
Sunday, 12 February 2012 17:04

Baru rasanya terlahir di dunia. Pada suatu bulan, di Penyalai, sebuah tempat di muara Sungai Kampar. Ketika harus berangkat sekolah tanpa alas kaki, karena sepatunya di jinjing, jalan rusak, musim hujan, kala banjir pasang air laut. Ketika diboncengkan oleh Bapak, Ibi, dan Bibi-bibiku dengan sepeda ontel. Ketika harus menunggu jemputan Ibu setiap pulang sekolah, karena memang jarak sekolah dengan rumah Nenek sangat jauh. Ketika tinggal di Sokoi. Ikut Ibu mengajar harus menyeberang laut setiap hari. Ketika harus berhadapan dengan ombak. Ketika digendong Pak Man nahkoda pompong. Ketika makan dengan ikan lomek, ikan biang (bahasa lokal). Aku ingin mengingatnya selalu. Aku tidak ingin memori ini sirna.

Ketika ikut Ibu mengajar di Sokoi, ikut Bapak berangkat kerja di Teluk Pelita, Tinggal di rumah dinas guru SDN 027, melewati kebun kopi, Hari raya Idul Fitri yang meriah, bersepeda di sore hari mengelilingi sekolah, ketika kecelakaan yang melukai kepala. Ketika keramaian sore dengan olahraga Voli, Firdaus yang panggilannya Dausi, Safina, Suhada, bermain dan mengambil buah kakau. Mandi di parit dan bermain perahu-perahuan. Ketika di rumah mbah, bermain dengan paman dan bibi. Musim cungkil kelapa. Makan kentos kelapa. Ketika bulan puasa tarawih di surau. Di rumah Bude Mi. Menunggu kebun jagung. Aku benci karena sudah susah mengingatnya kembali.

Ketika kelas 1 caturwulan II, pindah ke Bangkinang. Naik speedboat Hitachi, KM Jelatik Express di Pelita Pantai. Melihat kendaraan yang bernama Mobil. Tinggal di Gg. Terendam Salo. Hidup serumah dengan keluarga lain, seorang teman Bapak. Berbagi kebahagiaan. Ketika mulai bersekolah di SDN 015 yang kemudian berganti nama SDN 008 Salo. Guru kelas I yang ditakuti, Kasek Pak Mahyuddin, Pak Makmur, Buk Susi. Menjuarai Lomba Cerdas Cermat P4 tingkat Kabupaten ,lomba mata pelajaran sampai tingkat provinsi dan lomba RRI Pekanbaru. Ketika aku pindah ke rumah sendiri di Selenyap. Tepi hutan tidak ada akses jalan, tidak ada jaringan listrik. Berangkat sekolah bersepada unto. Bersekolah MDA. Ibu menjemput di sekolah SD membawa bekal dan baju ganti karena jarak rumah yang jauh membuat aku tidak mungkin untuk pulang sampai  dan harus bersekolah MDA kembali di sore hari.

Kemudian aku bersekolah di SMP 1 Bangkinang. Bersepeda 2 km lalu naik angkot (oplet) dari ongkos Rp.200,- . 1B hingga 3B. Osis dan pramuka. Jambore Nasional 2001 di Batu Raden Jawa Tengah. Perkemahan Muhibah Dumai.

 


My Self

Author

Yogi Suardi pendiri sekaligus koordinator dari IlmuKelautan.Com lulusan Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB 2010.

Read more...

Social Network

Categories